Model Digipreneur di Pondok Pesantren Digital Al-Yasmin Surabaya: Inovasi Pendidikan Islam di Era Society 5.0
Keywords:
Digipreneur , Kewirausahaan , Pendidikan Islam, Pesantren Digital, Society 5.0Abstract
Lembaga pesantren dituntut beradaptasi dengan perkembangan teknologi global agar tetap relevan. Penelitian kualitatif deskriptif ini mengkaji transformasi pesantren tradisional melalui integrasi teknologi digital dan kewirausahaan, dengan studi kasus di Pondok Pesantren Digital Al-Yasmin Surabaya. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam dengan pengasuh, guru, dan santri. Hasil penelitian mengungkap penerapan model digipreneur, yaitu integrasi sinergis antara pendidikan agama Islam, literasi digital, dan penguatan jiwa kewirausahaan sebagai respons terhadap tantangan era digital dan Society 5.0. Implementasi model ini diwujudkan dalam kurikulum hybrid yang membagi porsi pembelajaran secara proporsional dan terstruktur. Analisis menunjukkan bahwa penerapan model ini tidak hanya memperkuat karakter dan identitas keislaman santri, tetapi secara efektif mempersiapkan mereka menjadi sumber daya manusia yang kreatif, kompeten secara teknis, serta mandiri secara ekonomi. Digitalisasi mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif dan personal, sekaligus membuka peluang usaha berbasis teknologi serta memperluas jejaring kolaborasi dengan dunia industri dan komunitas. Dampak nyata terlihat pada peningkatan keterampilan santri dalam produksi konten digital, manajemen pemasaran online, dan pengembangan produk usaha. Fleksibilitas model ini juga memungkinkan pesantren merespons cepat perubahan pasar dan teknologi Peningkatan kapasitas digital santri menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan responsif terhadap dinamika sosial-ekonomi masyarakat. Dengan demikian, transformasi digital berbasis kewirausahaan (digipreneur) ini terbukti menjadi strategi yang relevan dan berkelanjutan untuk memperkuat daya saing, keberlangsungan, serta kontribusi nyata pesantren dalam pembangunan nasional di abad ke-21.
Kata kunci: Digipreneur, Kewirausahaan, Pendidikan Islam, Pesantren Digital, Society 5.0







